Berita Okezone.com on NOBARTV.LIVE -
Profil Singkat Luis Figo yang Akan Sapa Fans di Jakarta

JAKARTA - Legenda sepakbola Portugal, Luis Figo, akan datang ke Jakarta dalam rangka menyambut perhelatan Euro 2020, pada Minggu (26/1/2020). Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi para penggemar Figo. Apalagi mereka juga berkesempatan untuk bertemu langsung dan makan siang bersama dengan pria 47 tahun tersebut.

Figo disebut sebagai legenda karena ia merupakan salah satu pesepakbola terbaik di dunia pada masanya. Pria yang lahir pada 4 November 1972 di Almada itu adalah jebolan akademi sepakbola Sporting Lisbon dan memulai karier profesionalnya di klub yang sama.

Baca juga: Sambut Euro 2020, Ini Agenda Lengkap Luis Figo di Jakarta

Bersama Sporting, Figo sukses memperlihatkan potensinya sebagai pemain muda berbakat. Ditambah lagi, ia juga berhasil mengantarkan Sporting menjuarai Piala Portugal di musim 1994-1995. Maka dari itu, pada bursa transfer musim panas 1995, Figo pun direkrut oleh Barcelona.

Bergabung dengan Barca nyatanya menjadi hal yang sangat tepat bagi Figo. Sebab, Figo menjadi sosok kunci yang mengantarkan Blaugrana meraih banyak kesuksesan, dari mulai menjuarai Liga Spanyol, Copa del Rey, hingga Piala Super Eropa. Tidak hanya itu, Figo juga dipercaya menjadi kapten Barca.

Kendati demikian, di bursa transfer musim panas 2000, Figo membuat kontroversi besar lantaran ia sepakat untuk bergabung dengan Real Madrid. Tak ayal, hal ini membuat banyak fans Barca mengamuk. Dan di pengujung tahun 2000, Figo didapuk sebagai pemenang trofi Ballon d’Or.

Meski banyak orang yang memandang sinis Figo, namun pria Porugal itu tetap melanjutkan karier cemerlangnya di Madrid. Tercatat, trofi Liga Spanyol, Piala Super Eropa, dan Liga Champions berhasil ia raih bersama Los Blancos.

Setelah lima tahun membela Madrid, Figo pun bergabung dengan Inter Milan pada musim panas 2005. Meski kala itu Figo sudah tidak muda lagi, namun ia masih bisa meraih prestasi mentereng bersama Nerazzurri. Sebanyak empat trofi Liga Italia menjadi bukti ketangguhan Figo bersama Inter sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada 2009.

Berita Terkait