Berita Bola.com on NOBARTV.LIVE -
Cerita 3 Bomber Lokal Haus Gol yang Terpuruk di Shopee Liga 1 2019

Tak ada yang meragukan reputasi Boaz Solossa. Memulai karier di usia amat muda (17 tahun) pada musim 2004, Boaz sedikit bomber lokal yang bisa berkarier panjang dan bertahan di level elite.

Boaz adalah simbol dominasi Persipura di percaturan elite sepak bola nasional. Ia tercatat jadi top scorer tiga kali: 2008-2009 (28 gol), 2010/11 (22 gol), 2013 (25 gol).

Di saat bersamaan predator asal Sorong, Papua Barat, juga mencatatkan diri sebagai Pemain Terbaik.

Boaz sukses mempersembahkan gelar juara buat Persipura sebanyak lima kali pada musim: 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013, dan 2016.

Pemain kelahiran 16 Maret 1986 itu juga jadi andalan Timnas Indonesia. Prestasinya mengantar Tim Merah-Putih menjadi runner-up Piala AFF 2004 dan 2016.

Walau tak jadi pemain paling tajam di pentas kompetisi, dua musim terakhir Boaz terlihat tetap bisa menjaga stabilitas keran gol. Di Liga 1 2017 ia mencetak 10 gol, musim selanjutnya Boaz menyudahi kompetisi dengan raihan 11 gol.

Sayangnya, kesaktian Boaz seperti kehilangan kesaktiannya di Shopee Liga 1 2019. Hingga pekan ke-7 kompetisi, penyerang yang identik dengan nomor punggung 86 tersebut baru mencetak sebiji gol, saat Tim Mutiara Hitam bermain imbang 2-2 kontra Persela.

Paceklik Boaz berdampak pada Persipura. Klub langganan juara tersebut jadi penghuni papan bawah. Sudah menjalani tujuh pertandingan, Tim Mutiara Hitam belum sekalipun mencetak kemenangan. Mereka meraih empat hasil imbang serta tiga kali kalah.

Saat menjamu Perseru Badak Lampung FC, kapten tim Persipura, Boaz Solossa jadi sorotan. Ia gagal menjebol gawang lawan lewat eksekusi penalti pada menit ke-11.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tommi Mano, beraksi usai laga. Menurut BTM sapaan akrabnya, manajemen akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dari para pemain khususnya pemain senior.

 “Saya tekankan, kalau pemain sudah merasa senior harus tahu diri. Pesipura bermain ini untuk meraih kemenangan bukan untuk mendapat hasil imbang atau kalah. Saya akan evaluasi semua pemain, khususnya untuk pemain senior,” kata BTM kepada wartawan usai laga seperti diberitakan media lokal Papua, Tabloidjubi.com.

Dikatakan, dalam dunia sepak bola tidak dikenal pemain senior maupun junior atau pemain muda. Semua statusnya sama dalam sebuah pertandingan.

Secara terbuka ia mengkritik Boaz, ikon tim yang musim ini produktivitasnya melempem.

“Penalti tadi, kalau Boaz rasa tidak siap jangan memaksakan diri untuk menendang bola, berikan kepada pemain yang lebih siap. Pemain harus pakai otak untuk bermain, saat ini kita butuh kemenangan dan kemenangan,” ujarnya.

BTM juga mengkritik soal aliran bola yang selalu mengarah kepada, Boaz Solossa, seorang di sektor depan.

Penunjukkan Jacksen F. Tiago sebagai pelatih Persipura menggantikan Luciano Leandro diharapkan bisa berdampak positif bagi sang penyerang. Jacksen pelatih yang sukses menangani Boaz di Persipura beberapa tahun silam. Ia bahkan yang menujuk sang pemain sebagai kapten tim yang menjadi sebuah revolusi di Persipura.

Berita Terkait