Berita Liputan6.com on NOBARTV.LIVE -
Jatuh Bangun Putri Bob Marley Bangkitkan Timnas Putri Jamaika

Cadella sadar besarnya tantangan yang dihadapi bersama timnas putri Jamaika. Sebab di negaranya, permainan ini kadung dianggap milik pria. Karena itu tidah heran bila Federasi Sepak Bola Jamaika memutuskan untuk menghapus timnas putri dari program mereka. 

"Saya pikir lebih tertarik melihat wanita-wanita berbikini dan baju tenis ketimbang sepatu dan perlengkapan sepak bola lainnya," ujar Cadella tertawa saat berbincang dengan ESPN.

Cadella tidak melebih-lebihkan. Pengalaman ini sungguh dirasakan oleh salah seorang pemain timnas Putri Jamaika, Sashana Campbell. Gelandang gaek itu bertahun-tahun harus bermain dengan pria karena tidak ada kesempatan masuk tim elite wanita. 

Kondisi ini memaksa Cadellla memutar otak dalam membangun timnas putri Jamaika. Pada musim panas 2014 lalu, Reggae Girlz ikut ambil bagian pada kualifikasi Piala Dunia 2015. Padahal saat itu, Timnas putri Jamaika sama sekali tidak punya rangking di FIFA. Mereka juga hampir tidak pernah mengikuti pertandingan-pertandingan kualitas sebelumnya. 

Namun tujuan utamanya bukan prestasi, tapi lebih kepada mengenalkan tim putri Jamaika. 

Cadella mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk proyek ini. Selain itu, Cadella juga menggalang dana dengan merilis lagu berjudul 'Strike Hard' saudara laki-lakinya, Stephen dan Damian Marley. Kampanye Indie-gogo yang menyertainya memberi Reggae Girlz cukup uang untuk terbentuk kembali meskipun, Cadella sadar pemasukan itu masih jauh dari ideal.

Untuk menghemat pengeluaran, pemain terpaksa mencuci pakaiannya sendiri. Mereka juga memakai mobil tua sebagai bus tim. Jadwal latihan hanya satu atau dua kali sepekan. Selebihnya para pemain libur dan kembali kepada pekerjaan masing-masing. Dengan anggaran minim, tradisi tukar kaus usai pertandingan tidak pernah dilakukan para pemain. 

"Orang-orang akan berkata, 'bisakah saya dapat jersey?' dan saya akan bilang, 'saya tidak punya lagi untuk saya!'," kata Campbell. "Kami harus mengembalikannya lagi ke federasi, perlengkapan latihan, jersey, dan apapun itu," kata Campbell menambahkan.  

Dengan segala kekurangannya, Reggae Girlz tidak tampil buruk sepanjang musim panas itu. Mereka menang telak 6-0 atas Martinique sebelum akhirnya kalah dari Kosta Rika lewat duel ketat. Bahkan di laga terakhir babak penyisihan grup, Reggae Girlz sempat memimpin atas Meksiko sebelum akhirnya dipaksa menyerah 3-1 dan gagal melaju ke putaran final. 

Setahun kemudian, tim berusaha tapi gagal lolos ke Olimpiade Brasil 2016. Meski demikian, Cadella dan Reggae Girlz tidak berkecil hati. Sebab sepanjang sejarah belum sekalipun timnas putri Jamaika lolos Piala Dunia maupun Olimpiade. Mereka sudah senang bisa bersaing. Namun saat melihat ada celah untuk bangkit, cobaan berat justu kembali datang. 

Pada 2016, federasi sepak bola Jamaika kembali membubarkan timnas wanita. 

Berita Terkait