Berita Bola.com on NOBARTV.LIVE -
Senyum Kecut Jose Mourinho dan Fakta Liga 1 Indonesia Paling Kejam di Dunia soal Pemecatan Pelatih

Kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019 belum berlangsung setengah jalan, namun gelombang pemecatan pelatih terjadi tak berkesudahan. Total sudah sepuluh pelatih dipaksa lengser, termasuk Miljan Radovic, yang dipaksa mundur dari Persib dan digantikan oleh Robert Alberts jelang Liga 1 2019 bergulir. Sebagian besar di antara mereka mundur karena alasan prestasi.

Alasan yang masih bisa diperdebatkan mengingat dua pelatih yang dipecat terakhir, Djadjang Nurdajaman (Persebaya Surabaya) dan Alfredo Vera (Bhayangkara FC) posisinya di klasemen tidak ada di jajaran papan bawah.

Cerita pemecatan Djadjang terasa tak mengenakkan. Pengumuman itu hanya berselang beberapa jam setelah Persebaya melakoni laga pekan ke-13 Shopee Liga 1 2019 kontra Madura United. Di laga itu, tim Bajul Ijo menelan hasil seri 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/8/2019).

Setelah pertandingan, bus rombongan Persebaya yang berisi pemain, jajaran pelatih, hingga keluarga pemain diadang oleh Bonek. Bus tersebutlah yang menjadi saksi bisu pemecatan Djanur pada Sabtu malam.

“Saya turun dari bus langsung disampaikan oleh manajer bahwa saya diberhentikan dari Persebaya,” kata Djanur kepada Bola.com, Minggu pagi (11/8/2019).

Pada malam hari setelah mendapat kabar dipecat, Djanur yang juga pernah mengalami kejadian tak mengenakkan sama saat menukangi Persib langsung mudik.

"Saya mau ngapain lagi di Surabaya? Tugas saya sudah selesai dan manajemen memutus kontrak. Saya juga sudah lama tidak kumpul dengan keluarga. Selama ini jadwal pertandingan padat, jadi saya jarang pulang," kata Djanur.

"Saya ingin bertemu istri dan anak di Bandung. Urusan penyelesaian kontrak dan macam-macamnya, nanti bisa saya komunikasikan dengan manajemen Persebaya. Bisa lewat telepon juga," imbuhnya.

Djanur tak banyak membawa barang dalam perjalanannya kali ini, meski tak akan kembali ke Surabaya dalam waktu dekat. Dia membawa satu tas ransel dan satu koper saja. Pria berusia 60 tahun itu mengenakan jaket abu-abu dan topi hitam.

Cerita pemutusan kerja Alfredo Vera juga pilu. Manajemen Bhayangkara FC memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan dengan alasan ia tidak bisa memenuhi target di paruh pertama musim Shopee Liga 1 2019.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera, dihentikan dari posisinya karena tidak memenuhi target yang sudah disepakati pada awal musim. COO Bhayangkara FC, Sumardji, mengungkapkan terima kasihnya kepada kerja keras yang sudah dilakukan Vera selama menangani The Guardians.

"Kami berterima kasih atas dedikasi yang sudah diberikan pelatih Alfredo Vera selama menjabat sebagai pelatih kepala tim Bhayangkara FC dan mendoakan yang terbaik bagi karier selanjutnya," ujar Sumardji yang merupakan COO sekaligus manajer tim Bhayangkara FC seperti dalam situs resmi klub.

"Dalam kontrak kerja sama dengan kami, pelatih Alfredo Vera ditargetkan membawa Bhayangkara FC berada di peringkat lima besar klasemen saat akhir putaran pertama," lanjutnya.

Keputusan ini cukup mengejutkan karena saat ini Liga 1 2019 baru memasuki pekan ke-14, di mana masih ada tiga pertandingan hingga akhir paruh pertama musim. Selain itu, Bhayangkara FC mencatatkan 4 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 4 kali kalah, yang membuat mereka kini mengoleksi 17 poin dari 13 laga.

Kalau acuannya target menembus lima besar, di tangah Alfredo Vera rasanya masih mungkin tercapai. Tapi, di sepak bola Indonesia apapun bisa terjadi.

Berita Terkait