Berita Okezone.com on NOBARTV.LIVE -
Juan Mata Kenang Kesuksesan Bersama Timnas Spanyol Juarai Piala Dunia 2010

MANCHESTER – Gelandang Manchester United, Juan Mata, tak bisa melupakan momen indah yang diukirnya bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol di Piala Dunia 2010. Dalam turnamen itu, Timnas Spanyol diketahui berhasil merebut gelar juara.

Mata mengatakan pencapaiannya dengan Timnas Spanyol kala itu terasa sangat luar biasa. Mengangkat trofi dalam kompetisi sepakbola paling bergengsi di dunia itu, dianggap Mata sebagai puncak karier pesepakbola di mana pun.

Juan Mata

Karena itu, ia pun tak bisa membendung rasa gembiranya saat Spanyol berhasil menyegel gelar juara. Spanyol sendiri keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Belanda secara dramatis dengan skor 1-0 di partai final yang berlangsung di Stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan.

BACA JUGA: Banyak Kompetisi Ditunda, Juan Mata Minta Penggemar Sepakbola untuk Bersabar

Gelar juara diraih lewat gol semata wayang yang dicetak oleh Andreas Iniesta pada menit ke-116. Saat gol Iniesta tercipta, Mata sendiri tak bisa membedung rasa bahagianya sehingga berlari begitu cepat untuk melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya.

"Memenangkan Piala Dunia sulit untuk dijelaskan, juga untuk pertama kalinya dalam sejarah Spanyol. Kami hampir selalu berada di sana, bermain sepakbola yang bagus dan mencapai perempatfinal, tetapi belum pernah mencapai semifinal atau final. Tahun itu, di Afrika Selatan, segalanya bagaikan sihir bagi kami,” ujar Mata, sebagaimana dikutip dari laman resmi Man United, Selasa (24/3/2020).

“Saat Andres Iniesta mencetak gol di perpanjangan waktu, saya berada di bangku cadangan dan berlari ke arahnya. Saya pikir saya tidak pernah berlari secepat itu dalam hidup saya! Kami berlari ke sudut untuk merayakan,” lanjutnya.

“Itu adalah di mana semua penggemar Belanda duduk. Kami berteriak, tetapi di sekitar kami diam jadi seperti 'wow'. Yang kedua adalah saat wasit, Howard Webb, bersiul untuk akhir pertandingan. Kami menjerit dan berlari, saya memegang bola. Saya ingin menyimpan sesuatu. Kami berlarian dan merasa kami telah membuat sejarah di sini,” tukas Mata.

Berita Terkait